Wayang Uwuh

🗓 03 March 2026 ✍ Admin Desa 👁 63x dibaca
Wayang Uwuh

Perkenalkan nama saya Wahyu Astutiningsih, saya tinggal di Brongkol, RT.96, desa Argodadi, Sedayu, kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya S1 Pendidikan Seni Kerajinan, jurusan Seni Rupa. Saya menciptakan wayang dari galon bekas/limbah plastik, untuk mengurangi dampak pemakaian sisa limbah plastik. Selain menciptakan karya, saya juga menguri-nguri budaya untuk menjaga kelestarian budaya. Ide itu saya ciptakan, pertama memikirkan apa sih yang belum ada di sini, kalau misalnya limbah plastik dijadikan bunga, atau tikar sudah biasa. Jadi, saya menciptakan yang belum ada, saya mencari-cari, kebetulan saya menemukan di sini yaitu di galon tadi. Kemudian setelah saya pikirkan, saya mau bikin apa sih? Saya berpikir, oya saya ingin bikin wayang sebagai ikonik yang harus dijaga. Proses pertama, galon bekas dipotong ujung atas dan ujung bawahnya, kemudian dibelah jadi dua, kemudian disetrika manual biasa. Terus dipotong sesuai karakter menggunakan solder, kemudian saya ukir menggunakan solder juga. Sebenarnya bisa dikasih warna, hanya keterbatasan waktu belum diberi warna. Mungkin besok ada kesempatan lagi membuat karya lagi, mungkin bisa ditambah dengan warna. Dan keinginan saya itu bisa menambah banyak koleksi lagi, mungkin suatu saat nanti bisa dimainkan wayang ini.

Yang sudah mengetahui wayang uwuh ini adalah kemarin saat dipamerkan dalam Gelar Potensi, kemudian saya posting di sosial media. Setelahnya banyak yang bertanya, lalu juga menanyakan proses, lalu bertanya itu dijual atau tidak. Kebetulan saya juga menawarkan untuk membantu membuatkan, dari situ saya menerima orderan wayang uwuh, hanya terkendala di pengiriman karena belum bisa. Akhirnya diputuskan hanya menerima pesanan/order yang dekat-dekat sini saja, yang masih bisa dijangkau dengan sistem COD (Cash on Delivery).

Saya memberi nama karya saya Wayang Uwuh itu karena saya terinspirasi dari barang-barang bekas tadi, karena dulu dibuat lomba dengan tema dari barang bekas. Jadi saya terinspirasi barang bekas tadi jadi karya, maka saya namai Wayang Uwuh, biasanya uwuh itu berserakan dan kesannya kurang bagus. Saya menciptakan ini, ternyata uwuh bisa sebagus ini dan seunik ini, dari barang tidak berharga menjadi berharga.

Sebelum membuat karya untuk pertama kali, saya pernah melihatnya terbuat dari kotak makan dari plastik dan dari kardus. Dulu saya ingin membuatnya justru bukan dari galon, tetapi dari atap plastik (fiber). Hanya, kalau fiber kurang terkesan sampahnya. Kalau galon bekas dijadikan pot bunga atau bunga sudah biasa, saya berusaha menciptakan sesuatu yang beda. Sempat terlintas apakah saya bisa membuat karya yang berbeda dari lainnya yang sudah ada, ternyata jadilah karya Wayang Uwuh ini. Saya membuat murni sendiri, tidak ada yang membantu. Alat yang saya pakai salah satunya solder. Saya desain memakai pola lalu di-print, lalu diperbesar, ditempel, baru diukir menggunakan solder, dipotong juga menggunakan solder.

Saya suka bikin-bikin (karya). Mulai menyukai seni sejak SMP, saya lulus SMP 2011. Sejak 2011 saya menyukai menggambar, kemudian saya mencari sekolah yang di seni rupa, yaitu di SMSR (Sekolah Menengah Seni Rupa) atau sekarang lebih dikenal SMK Negeri 3 Kasihan, sekolah menengah kejuruan seni rupa terkemuka di kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekolah ini berfokus pada pengembangan bakat seni dengan 7 jurusan utama, termasuk; DKV (Desain Komunikasi Visual), Seni Lukis, Seni Patung, Animasi, Kriya Batik dan Tekstil, Kriya Keramik, Kriya Kayu dan Rotan. Saya mengambil jurusan seni lukis, setelah 3 tahun di sana saya daftar di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Salah satu perguruan tinggi terkemuka di kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang berdiri pada 21 Mei 1964 (dahulu bernama IKIP Yogyakarta). Dimana, yang sudah berakreditasi A, UNY unggul dalam bidang kependidikan, kependidikan vokasi, serta ilmu terapan. Saya mengambil jurusan seni rupa pendidikan seni kerajinan. Sampai sekarang saya ekstra lukis sama mengajar jurusan seni budaya di MTs Fadhlillah (terkait dengan MTs An Nur 2), lembaga pendidikan Islam yang berlokasi di Dusun Kadibeso, RT.84, Desa Argodadi, Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di bawah asuhan Gus Rumaizijat, dan fokus pada pendidikan pesantren.

Kalau saya sejak dulu ingin mencipta karya, tetapi belum ada yang berminat mengangkat karya saya. Saya juga ingin karya saya diangkat. Saya ingin orang tahu cara menghargai karya dengan cara berkelanjutan, berkelanjutan dengan adanya pameran atau kita mau bikin lagi terus diperankan (dimainkan).

Pesan saya untuk anak-anak, mungkin bisa belajar mencipta karya baru dengan sampah yang biasanya dibuang. Untuk mainan saja itu bisa diciptakan suatu karya seperti ini, dengan berakar budaya kita.

← Kembali ke Berita