Buah Sawo Manila/Madu "Sensansi" manisnya mak nyuss bagaikan madu. Tanaman buah sawo manila atau sawo madu salah satu potensi hasil kebun yang ada di Desa Argodadi. Walaupun tanaman buah ini bukan tanaman buah Endemic di Desa Argodadi,tanaman buah ini dapat tumbuh subur dan berbuah lebat terutama di musim hujan,apalagi di lereng perbukitan yang memiliki jenis tanah lempung hitam.Hampir di setiap pekarangan rumah terdapat minimal 1 pohon dan sudah ditemukan sejak dahulu kala warisan nenek moyang.Tanaman hampir tidak pernah mati terserang penyakit,gangguannya hanyalah semut yang bersarang di dahan yang dapat membusukkan dahan dan akhirnya patah.
Selain dimanfaatkan untuk produksi ,tanaman ini juga biasanya dimanfaatkan untuk perindang di halaman rumah. Tanaman ini makin hari makin bertambah dengan sendirinya karena buah dibawa oleh codot(semacam kelelawar)di malam hari sehingga biji tersebar di mana-mana dan tumbuh dengan sendirinya. Sawo Manila ini memiliki aroma bau yang sangat unik dan khas serta rasa manis yang luar biasa terlebih jika buah ini sudah benar-benar tua dan sudah masak. Rasa manisnya tidak kalah dengan buah-buah lain seperti semangka. Keunggulan buah ini adalah buah yang aman dikonsumsi karena dijamin 100% organic tanpa rekayasa tanaman ini tumbuh,berbuah tanpa pupuk dan insketisida atau pestisida kimia. Jika harus digunakan ,untuk membasmi semut yang ada di pohon atau daunnya dan jarang sekali dilakukan oleh pemiliknya,karena sering digunakan abu dengan cara menaburkannya di dahan atau rantingnya. Buah ini biasanya dikonsumsi murni sebuah buah saja dan tidak pernah dibuat masakan olahan. Sawo Manila ini juga memiliki nilai ekonomi. Biasanya buah dipetik jikalau sudah tua,kalau kulitnya sudah berwarna cokelat dan lapisan butiran seperti pasir tinggal sedikit. Satu pohon yang besar dengan diameter 50cm,dapat menghasilkan 50-100kg. Harga jual perkg bisa mencapai Rp 10.000; - Rp 20.000; bahkan bisa lebih.Buah Sawo Manila/Madu semakin manis jika banyak panennya.
Kojrat Wiyana