Kalurahan Argodadi
"Argo" berarti perbukitan atau pegunungan, "dadi" berarti menjadi (makmur), adalah sebuah pemerintah kalurahan gabungan dari tiga eks kalurahan (Sungapan, Sukoharjo dan Dingkikan) pada tahun 1946, sebanyak 70% wilayahnya terbentang perbukitan/pegunungan berbatu kapur, sedangkan wilayah sebelah barat membujur bantaran Kali Progo yang menyimpan banyak peristiwa perjuangan yang heroik yang bernilai historis.
Tinjauan Secara Etimologis
Nama Argodadi merupakan gabungan dari dua kata, yaitu Argo dan Dadi yang berasal dari bahasa Jawa Kuno. Kata "argo" atau "hargo" berarti gunung atau pegunungan yang menggambarkan bahwa secara secara geografis sebagian wilayah Argodadi adalah pegunungan. Kata "dadi" (Bahasa Jawa) mempunyai arti menjadi. Secara filosofis, nama Argodadi merupakan sebuah doa dan harapan agar wilayah ini menjadi kawasan yang sejahtera serta makmur.
Latar Belakang Berdirinya Kalurahan Argodadi
Kalurahan Argodadi dibentuk dari penggabungan tiga kalurahan lama, yaitu eks Kalurahan Dingkikan, eks Kalurahan Sukoharjo, dan eks Kalurahan Sungapan tepatnya tanggal 30 Desember 1946. Sedangkan landasan hukumnya tertuang dalam Maklumat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 5 tahun 1948. Wilayah ini berada di dekat Sungai Progo dan dikenal kental dengan nilai historis dan budaya, serta memiliki jejak peninggalan era Majapahit seperti Situs Bakal Pokok. Penggabungan ini bertujuan agar otonomi pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal, menciptakan wilayah administratif yang lebih besar dan kuat agar pelayanan masyarakat serta pelaksanaan pembangunan lebih efektif dan merata.
Argodadi dalam Sejarah Militer Mataram Islam dan Perjuangan Kemerdekaan
Kawasan Sedayu-termasuk Kalurahan Argodadi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta-memiliki kaitan erat dengan sejarah militer pada masa Kerajaan Mataram Islam dan masa perjuangan kemerdekaan. Jejak historis keprajuritan di wilayah barat daya Yogyakarta ini mencakup beberapa fakta kunci:
- Pos Pertahanan dan Logistik Mataram: Sebelum beralih fungsi menjadi pusat permukiman dan lahan pertanian, wilayah Sedayu yang berbatasan langsung dengan Sungai Progo berfungsi sebagai pos pertahanan terdepan dan jalur transportasi logistik yang strategis bagi Keraton Yogyakarta.
- Basis Pejuang Kemerdekaan: Kawasan Sedayu menjadi basis pertahanan rakyat yang penting dan laskar militer selama masa revolusi fisik. Salah satu peristiwa heroik adalah pecahnya pertempuran di sekitar jalur rel kereta api di mana Stasiun Sedayu sengaja dihancurkan oleh pejuang lokal untuk menghambat jalur transportasi militer Belanda.
- Warisan Budaya Bregodo (Brigade): Meskipun prajurit keraton lebih terkonsentrasi di dalam kota, nilai-nilai keprajuritan tetap dilestarikan oleh masyarakat melalui pembentukan kelompok kesenian rakyat dan upacara adat merti dusun, nyadran ageng dengan menampilkan seni keprajuritan tradisional (bregodo).
Sejarah Perkembangan Kalurahan Argodadi
- Awal Terbentuknya Desa: Argodadi lahir sebagai bagian dari efisiensi dan penataan wilayah di Sedayu, menggabungkan tiga kalurahan lama agar roda pemerintahan dan otonomi desa berjalan lebih efektif.
- Situs Bersejarah Bakal Pokok: Terletak di Dusun Bakal Pokok, situs ini dipercaya menjadi lokasi pemukiman Panembahan Cokrowesi, seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit yang memeluk agama Islam. Di lokasi ini terdapat makam kuno serta bekas masjid dan pemukiman.
- Pusat Perjuangan Kemerdekaan: Desa ini memiliki bangunan bersejarah Sanggrahan. Pada masa perjuangan kemerdekaan, tempat ini pernah dijadikan markas utama oleh TNI dan para pejuang.
- Desa Mandiri Budaya Argodadi: Dengan status Desa Mandiri Budaya menunjukkan bahwa Argodadi memiliki berbagai ragam potensi sebagai pendukung. Kini, bangunan Sanggrahan telah bertransformasi menjadi Rumah Budaya Argodadi. Melalui Peta Potensi Bantul, tempat ini menjadi pusat kegiatan 14 pedukuhan, melestarikan tradisi turun-temurun seperti karawitan, wayang, tari tradisional, hingga pameran UMKM khas.
Pejabat Lurah
- Sebelum Kalurahan Argodadi
- Kalurahan Sungapan yang membawahi Kalurahan Sungapan Dukuh, Sungapan, Kadibeso, Brongkol, Pejabat Lurah: Bapak Reso Pawiro dengan nama populer Mbah Jenggot, kemudian digantikan Bapak Karsorejo/Asmo Disoro atau popular disebut Mbah Majelis.
- Kalurahan Sukoharjo, lurah dijabat oleh: Bapak Lurah Sabun.
- Kalurahan Dingkikan, pejabat lurah:
- Kalurahan Argodadi (Gabungan)
Sejak tahun 1946 Lurah Argodadi dijabat oleh Bapak Selosukarjo, Bapak H. Setyo Pranyoto, S.Sos dan Bapak Prayitno hingga sekarang.
Profil Singkat Kalurahan Argodadi
- Lokasi dan Geografi: Berjarak sekitar 4 km di sebelah selatan pusat Kecamatan Sedayu. Wilayahnya seluas 1.121,49 Ha terdiri dari 30% dataran rendah dan 70% perbukitan berbatu kapur.
- Total Jumlah Penduduk (Juni 2025): 11.382 jiwa, laki-laki: 5.767, Perempuan: 5.635, dengan berbagai profesi sebagai mata pencaharian seperti petani, peternak, pedagang, pengusaha, buruh, karyawan, ASN, TNI, Polri dll.
- Batas Wilayah: - Utara : Kalurahan Argorejo (Kapanewon Sedayu).
- Selatan : Kalurahan Tuksono (Kapanewon Sentolo, Kulon Progo).
- Barat : Kalurahan Salamrejo (Kapanewon Sentolo, Kulon Progro).
- Timur : Kalurahan Triwidadi (Kapanewon Pajangan, Bantul).
Dalam pengelolaan wilayah, kalurahan Argodadi dibagi menjadi 14 pedukuhan, yaitu:
- Pedukuhan Dumpuh, jumlah penduduk: 711 jiwa
- Dingkikan, jumlah penduduk: 987 jiwa
- Ngepek, jumlah penduduk: 529 jiwa
- Cawan, jumlah penduduk: 511 jiwa
- Bakal, jumlah penduduk: 530 jiwa
- Demangan, jumlah penduduk: 864 jiwa
- Bakal Dukuh, jumlah penduduk: 722 jiwa
- Sukoharjo, jumlah penduduk: 753 jiwa
- Sumberan, jumlah penduduk: 890 jiwa
- Selogedong, jumlah penduduk: 954 jiwa
- Sungapan Dukuh, jumlah penduduk: 970 jiwa
- Sungapan, jumlah penduduk: 1.060 jiwa
- Kadibeso, jumlah penduduk: 980 jiwa
- Brongkol, jumlah penduduk: 621 jiwa
APBkal Argodadi 2026
Untuk mendukung jalannya pemerintahan pada tahun anggaran 2026 ini Pemerintah Kalurahan Argodadi memiliki pendapatan sebesar Rp 5.330.145.964; sedangkan pengeluaran sebesar Rp 5. 398.900.987;
Potensi Kalurahan Argodadi
Berikut adalah berbagai potensi sumber daya alam dan manusia untuk menopang perkembangan Kalurahan Argodadi.
- Sosial dan Kelembagaan: Masyarakat sangat aktif dalam kegiatan pemberdayaan seperti PKK, Posyandu, Kelompok Tani, dan kepemudaan Karang Taruna.
- Adat Tradisi: Merti Dusun, Suran, Muludan, Ruwahan/Nyadran, Selikuran, Wiwitan, Baritan, Syawalan Kupatan, Tirakatan Kemerdekaan dan masih banyak lagi tradisi daur hidup (ngpati, mitoni, brokohan bayi dll).
- Kesenian: Seni Jathilan, Seni Karawitan, Seni Kethoprak, Seni Hadroh, Seni Sholawatan, Seni Wayang orang, Seni Macapat, Sanggar Seni Pertunjukan, Gejog Lesung, Kobro Salisiswo, Khadisiswo, Wayang Kulit.
- Permainan Tradisional: Egrang, Kelereng,Sundamanda, Petak Umpet, Jamuran, Dakon, Layangan, Bas-basan, 3 dadi, Gobag Sodor, Yeye, Jemparingan.
- Kerajinan: Anyaman rajut, wajan, patung, anyaman bambu, mebel kursi bambu, ukir, penggaris kayu, patung, sapu, keset, mebel kayu, kurungan, tikar mendong, batik, sandal, blangkon, kuda lumping, kendang, pengelolaan limbah plastik, batako, seni pahat batu, bonsai, gypsum, wayang plastik, bucket, dll.
- Kuliner dan Pengobatan Tradisional: Emping garut, mlinjo, peyek, lempeng beras, bakpia, kue, ampok jagung, sengek benguk, gethuk, telur asin, olahan pisang, olahan jamur, tumpeng megono, olahan bakmi, ingkung, gudeg Nangka/gudeg Manggar, ayam, bebek, ikan bakar/goreng, kupat tahu, bakso, mie ayam, jahe rempah, wedang uwuh, tempe daun, dll.
- Cagar Budaya: Joglo Sanggrahan, Makam Panembahan Cokrowesi, Makam Kyai Benthang, Pusaka dan Makam Tro Manggolo, Makam Kyai Wiro Setiko, Sendang Ngrogoino, Sendang Mur Jaran, Sendang Tirta Mulya, Sendang Mur Umbul, Sendang Mur Wungu, Sendang Mur Pandan, Sendang Sidomulyo, Sendang Ringin Mulyo, Gardu Pos Belanda, Pasar Sungapan.
- Wisata/Wisata Alam: Praon Cawan, Bulak Cawan, Pemancingan Alam Kali Kontheng, Kolam Pemancingan Tirta Pringgading, Kolam Pemancingan Mbah Kromo.
- Pertanian/Perkebunan: Tanaman Padi, polowijo, sayur-sayuran, tanaman lada/merica, buah dan daun pisang.
- Peternakan: Murai batu, kambing/domba, sapi, kucing kontes, jangkrik, ayam dll.
- Aneka Usaha Dagang Barang/Jasa: Las Listrik/Karbit, showroom mobil, bengkel motor, alsintan (alat mesin pertanian: tractor, tleser), usaha transportasi, gilingan padi, penangkaran bibit padi, rias pengantin, tenda/perlengkapan pesta, pengrajin hantaran, homestay, pijat refleksi, ruqyah, peralatan camping, bantal, jamu gendong, modeste, konveksi.
Demikian sekilas gambaran tentang Kalurahan Argodadi, semoga bermanfaat.
Wassalam