Surjan Lurik adalah busana adat Yogyakarta untuk laki-laki yang sarat filosofi, dirancang oleh Sunan Kalijaga untuk mengatasi ketimpangan sosial yang terjadi di kalangan masyarakat Majapahit.
Surjan adalah busana hasil karya Sunan Kalijaga sebagai busana resmi atau (baju) adat Jawa untuk laki-laki. Bahan dasar Surjan pada umumnya adalah kain tenun Lurik, meskipun ada juga yang bermotif bunga atau tanpa motif/polos. Sunan Kalijaga menganggap bahwa ada ketimpangan sosial yang terjadi di kalangan masyarakat Majapahit, karena masyarakat kasta bawah tidak mengenakan pakaian atasan (baju) sehingga dibuatlah baju atasan dengan tujuan sebagai penutup aurat. Pakaian Surjan, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "Surjan" berarti baju jas laki-laki khas jawa berkerah tegak; berlengan panjang, terbuat dari bahan lurik atau cita berkembang. Busana Surjan pada masa Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu busana adat dan cikal bakal pakaian takwa. Pakaian ini diyakini diciptakan pada masa transisi Kerajaan Majapahit menuju Kesultanan Demak oleh Sunan Kalijaga untuk menutup aurat dan untuk mengatasi ketimpangan sosial masyarakat.
Sejarah dan Makna Surjan Majapahit
Rancangan busana surjan tentu saja tidak lepas kaitannya dengan olah pikir para pendahulu sehingga segala bentuk karya mengandung makna yang dalam sekaligus untuk mengedukasi masyarakat.
Jenis-Jenis Surjan:
Surjan Sebagai Pelengkap Busana Adat Yogyakarta
Busana adat Yogyakarta selain sebagai busana baku bagi abdi dalem keraton Yogyakarta juga sering dipakai pada acara-acara tradisional seperti acara hajatan, kirab, perayaan, pentas seni tradisioanal. Mulai tahun 2016, pakaian tradisional adat Jawa ini wajib dikenakan di kalangan ASN, pelajar pada setiap hari Kamis Pahing yang kemudian diubah menjadi hari Kamis Pon menepati hari resmi berdirinya Kesultanan Yogyakarta atau Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada 13 Maret 1755. Busana/pakaian adat lengkap untuk laki-laki meliputi surjan, kain jarik batik (bawahan), blangkon (penutup kepala), dan keris.
Penggunaan surjan lurik bagi bregada/prajurit keraton:
Demikian ulasan sekilas tentang busana surjan sebagai pakaian adat Jawa gagrag Yogyakarta yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang perlu dilestarikan.
Terima Kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.
Wassalam