Murni Baru Coffee dari Dingkikan Argodadi

🗓 17 July 2026 ✍ Kojrat Wiyana 👁 29x dibaca
Murni Baru Coffee dari Dingkikan Argodadi

Sebuah usaha produksi kopi bubuk oleh Bapak Suhardi (60 tahun) yang mulai berkembang berkat pengalaman bertahun-tahun bekerja di sebuah  produsen kopi bubuk di Yogyakarta 30 (tiga puluh) tahun yang lalu dan telah menembus pasar Yogyakarta dan Magelang.

Manfaat Kopi (Genus Coffea)

Ada 2 (dua) pemanfaatan kopi yang utama bagi kehidupan manusia, antara lain:

1. Manfaat Bagi Kesehatan

    Sudah sejak lama diakui oleh masyarakat dunia bahwa kopi kaya akan kafein dan antioksidan yang        efektif meningkatkan energi dan stamina, mempertajam fokus, serta memperbaiki suasana hati.            Secara rutin mengkonsumsi kopi murni (tanpa tambahan gula atau krimer) juga dapat                            mempercepat metabolisme, melindungi fungsi hati, menjaga kesehatan otak (membantu                    mepertajam memori dan menurunkan resiko penyakit neurodegeneratif seperti demensia) serta        menurunkan resiko penyakit serius seperti diabetes type 2 dan Alzheimer). Untuk mendapatkan        manfaat optimal untuk kesehatan, konsumsi kopi disarankan tidak berlebihan--sekitar 2 hingga 4          cangkir per hari.

2. Manfaat Dalam Dunia Kecantikan

    Manfaat lain yang tidak menakjubkan adalah untuk kesehatan dan kecantikan kulit, kandungan antioksidan dan kafein efektif untuk mencerahkan kulit, mengangkat sel kulit mati, menyamarkan mata panda, serta mencegah penuaan dini. Bahan alami ini dapat dimanfaatkan secara optimal melalui scrub atau masker.

Legenda Penemuan Kopi dan Sejarahnya Masuk Indonesia

1. Legenda penemuan biji kopi di Ethiopia pada abad ke-9

    Sejarah menyatakan bahwa kopi pertama kali ditemukan tanpa sengaja di wilayah Ethiopia, Afrika.        Konon cerita, pada suatu ketika seorang penggembala kambing bernama Kaldi menemukan biji            kopi setelah melihat kambingnya yang bermain di semak-semak kopi, dan efeknya kambingnya            menjadi sangat enerjik. Kaldi kemudian mengambil biji kopi itu dan membawanya pulang ke rumah      di desanya. Penduduk desa kemudian ikut mencoba mengkonsumsi biji kopi dan merasakan efek          yang sama seperti yang terjadi pada kambing. Sejak saat itu, kopi mulai diproduksi dan dikonsumsi        di wilayah Ethiopia.

2. Penyebaran kopi di dunia Arab pada abad ke-15

    Mulai abad ini kopi mulai dikonsumsi dengan cara diseduh dan diperdagangkan secara luas di kota        Mocha, Yaman. Kedai kopi pertama kali dibuka di dunia dengan nama Kiva Han di Konstantinopel          (Istanbul Turki) pada tahun 1475.

3. Kopi mulai masuk Eropa pada abad ke-17

    Pada saat para pedagang Venezia mulai memperkenalkan kopi ke wilayah Eropa menjadikan                  minuman kopi ini sangat populer di kalangan intelektual dan bangsawan, sehingga memicu                    menjamurnya coffe house di London dan Paris.

4. Awal mula kopi masuk ke Indonesia pada tahun 1696

    Pada mulanya pemerintah kolonial Belanda membawa bibit kopi dari Malabar, India, dan mulai             ditanam di Pulau Jawa namun gagal karena bencana banjir. Penanaman kedua dilakukan di daerah       Kedawung dan bantaran sungai Ciliwung dan berhasil panen. Kopi dari Jawa ini mulai menjadi               sangat populer dan diminati di Eropa, sehingga kopi Jawa terkenal dengan nama "cup of java".

5. Di Era Modern

    Bermula dari sekadar sajian minuman tradisional dan kopi tubruk di semua kalangan, kopi akhirnya berevolusi berkembang pesat di masa kini. Budaya minum kopi telah menjadi gaya hidup seiring dengan menjamurnya kedai kopi kelas modern, latte art (seni menghias atau melukis di atas permukaan kopi), serta mendapat apresiasi yang tinggi terhadap kopi single origin Nusantara (seperti Kopi Gayo dan Toraja) yang diakui dunia.

Varietas dan Cita Rasa Otentik Biji Kopi Indonesia

Didukung oleh berbagai ragam letak geografis dan cuaca, Indonesia menghasilkan berbagai varietas "biji kopi Indonesia" dengan profil rasa yang sangat unik dan kaya yang menjadi simpanan harta karun di masa mendatang. Dalam sejarah tanaman kopi Indonesia pernah mengalami kegagalan karena serangan penyakit karat daun pada abad ke-19 terutama perkebunan kopi Arabika, sehingga Belanda memperkenalkan kopi Robusta yang jauh lebih tahan penyakit. Pada saat ini, Indonesia sangat terkenal sebagai produsen kopi Arabika dan Robusta berkualitas tinggi, serta varietas Liberika yang eksotis. Uniknya setiap daerah di Indonesia menawarkan karakteristik kopi yang bervariasi yang semakin menarik, mencerminkan terroir dan metode pengolahan lokal:

  • Kopi Gayo, Aceh, sangat terkenal dengan aromanya yang sangat kuat, tingkat keasaman rendah, dan sentuhan cita rasa fruity serta floral yang kompleks.
  • Kopi Mandheling, Sumatera Utara, terkenal memiliki bodi yang penuh, tingkat keasaman rendah, dengan nuansa rempah-rempah atau cokelat yang mendalam.
  • Kopi Toraja, Sulawesi Selatan, yang kaya akan rasa, bodi sedang, dengan sentuhan tanah dan rempah yang khas, sering disebut earthy.
  • Kopi Flores Bajawa, NTT, memiliki tingkat keasaman medium, bodi sedang, dengan nuansa karamel dan kacang-kacangan yang lembut.
  • Kopi Luwak, lahir sebagai salah satu kopi termahal di dunia, diproses secara alami melalui sistem pencernaan Luwak, menghasilkan kopi dengan keasaman sangat rendah dan rasa yang luar biasa lembut dan unik.

Keragaman yang sangat luar biasa ini menjadikan "kopi Indonesia" hadir sebagai komoditas ekspor yang sangat diminati dunia, diakui akan kualitas tinggi dan cita rasa unik yang tiada tandingannya di dunia.

Kopi Indonesia di Tingkat Global

Indonesia telah menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia yang menempati peringkat keempat dunia dan bersaing dengan negara-negara lain seperti Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Namun Indonesia tetap memiliki keunggulan kompetitif dalam keragaman varietas dan profil rasa yang unik, dan menjadi daya tarik tersendiri di pasar kopi spesialt.

Varian Racikan Minuman Kopi

Pada umumnya minuman kopi diklasifikasikan berdasarkan racikan dasarnya. Secara garis besar, terdapat dua varian utama: kopi hitam murni (seperti espresso dan americano) dan kopi susu (seperti latte, cappuccino, dan mocha) yang digemari di berbagai cafe. Berikut adalah daftar varian minuman kopi populer:

1. Varian Kopi Hitam dan Espresso Base

  • Espresso, adalah racikan kopi murni yang diseduh dengan mesin bertekanan tinggi, karakteristiknya sangat pekat dan disajikan dalam cangkir kecil (shot).
  • Americano, adalah racikan kopi yang diseduh dengan tambahan air panas. Rasanya lebih ringan namun mempertahankan kekuatan kafeinnya.
  • Doppio, adalah istilah lain untuk racikan double espresso atau dua takaran shot espresso.
  • Long Black, adalah racikan mirip dengan Americano, namun dibuat dengan menuangkan air panas terlebih dahulu, kemudian menambahkan espresso diatasnya untuk mempertahankan crema (lapisan busa keemasan) kopi.

2. Varian Kopi Susu (Milk-Based)

  • Caffe Latte, adalah campuran espresso dan susu kukus (steamed milk) dengan perbandingan 1:3, dihiasi sedikit busa tipis di permukaannya.
  • Cappuccino, adalah racikan terdiri dari tiga lapisan seimbang: espresso, susu kukus, dan busa susu tebal (milk foam) dengan takaran yang sama.
  • Flat White, adalah minuman asal Australia dan Selandia Baru yang mirip dengan latte. Menggunakan micro-foam (susu kukus bergelembung mikro) sehingga teksturnya terasa lebih kental dan lembut.
  • Macchiato, adalah espresso yang diberikan noda atau sedikit sentuhan busa susu agar rasanya sedikit lebih halus.

3. Varian Kopi Manis dan Varian Rasa

  • Caffe Mocha, adalah perpaduan antara espresso, susu kukus, dan sirup cokelat. Minuman ini sering diberi tambahan krim kocok (whipped cream) di atasnya.
  • Caramel Macchiato, adalah espresso dengan susu dan sirup vanila, yang kemudian disiram dengan saus karamel di atas busanya.

4. Varian Es dan Manual Brew

  • Cold Brew, adalah kopi yang diseduh menggunakan air dingin selama belasan jam (12-24 jam). Menghasilkan rasa yang halus dan tingkat keasaman yang rendah.
  • Affogato, adalah hidangan penutup yang menggabungkan satu scoop es krim vanila yang disiram dengan secangkir espresso panas.
  • Manual Brew, adalah metode penyeduhan kopi tanpa mesin espresso, melainkan menggunakan alat saring manual seperti V60, Chemex, atau French Press.

5. Varian Kopi Jos

    Racikan minuman kopi semakin berkembang sesuai trend daerah masing-masing sesuai dengan          selera masyarakat dan kemampuan inovasi pedagang untuk menarik customer. Sebagai contohnya        adalah Kopi Joss, yaitu racikan minuman kopi khas Yogyakarta yang disajikan dengan cara unik,            yaitu dengan memasukkan secungkil arang kayu yang membara (suhu sekitar 700 derajat celcius)          langsung ke dalam seduhan kopi. Ketika arang dicelupkan, akan muncul suara mendesis "joss" dan        aroma karamel yang khas.

Asal Muasal dan Cita Rasa Kopi Joss

  • Sejarah, minuman kopi joss ini dipelopori oleh Angkringan Lek Man yang berada di dekat Stasiun Tugu, Yogyakarta pada tahun 1960-an.
  • Keunikan, arang yang dimasukkan ke dalam seduhan kopi berfungsi menetralisir keasaman kopi dan memberikan sensasi rasa karamel atau smoky yang halus.
  • Harga, kopi joss ini dijual di angkringan dengan harga sangat beragam, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per cangkir.

Cara Pembuatan Kopi Joss

  1. Seduh kopi hitam bubuk (seperti kopi tubruk) dengan gula pasir dan air panas dalam gelas.
  2. Gunakan arang khusus yang telah dibakar di atas tunggu hingga merah membara.
  3. Celupkan arang panas tersebut ke dalam gelas kopi. Biarkan reaksinya terjadi hingga kopi berhenti mendesis, lalu angkat atau biarkan tergantung selera penyajian.

Pengrajin "Murni Baru Coffee"

Usaha produksi bubuk kopi ini dirintis oleh Bapak Suhardi sejak tahun 2006 yang pada waktu itu masih berusia 30 tahun. Berbekal dari pengalaman dan keahliannya yang diperoleh ketika bekerja di sebuah perusahaan bubuk kopi dan percetakan di Yogyakarta selama 3 tahun di bidang produksi kopi dan 10 tahun bekerja di bidang percetakan. Namun akhirnya setelah mempunyai modal cukup dan atas bantuan korban gempa Bapak Suhardi bertekat memulai usaha di rumahnya di Pedukuhan Dingkikan, Kalurahan Argodadi seorang diri dikarenakan pengusaha tempat dia bekerja mengalami kebangkrutan. Sebagai seorang single fighter, melakukan kegiatannya sendiri mulai dari belanja bahan baku, menyiapkan, memproses, mengemas dan memasarkan produknya. Alat utama pada waktu itu yang digunakan adalah mesin gilingan dan sangrai secara manual, namun pada tahun 2015 telah digunakan mesin sangrai dengan tenaga diesel mesin diesel. Pada waktu itu bahan dasar utamanya adalah kopi Robusta yang dibeli dari daerah Suroloyo hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2026, dalam melaksanakan usahanya Bapak Suhardi dibantu oleh seorang pemuda, anak lelakinya yang bernama Imam Abdulrozaq yang bertugas khusus bidang pemasaran dan delivery. Untuk pekerjaan membuat packing kemasan kertas, pengrajin ini memperdayakan tetangga sekitar sebagai tenaga kerja freelance dengan upah secara borongan.

Awal Produksi

Produk pertama Murni Baru Coffee adalah kopi bubuk dengan kemasan kertas pada tahun 2006 dengan harga Rp 3.000; , sedangkan harga sekarang (tahun 2026) menjadi Rp 5.000; karena kenaikkan harga bahan baku. Jangkauan pasar pada awal sekitar 10 swalayan dan 2 distributor angkringan kopi joss, ukuran kemasan berdasarkan takaran bukan timbangan.

Tahap Inovasi Tahun 2026

Untuk lebih memenuhi permintaan konsumen, Murni Baru Coffee berinovasi dengan memproduksi berbagai varian produk, sebagai berikut:

  1. Murni Baru Coffee Kopi Celup, 1 box isi 10 kantong foil, harga @ Rp 10.000;
  2. Murni Baru Coffee Robusta Standing Pounch 170 gram, harga Rp 14.000;
  3. Murni Baru Coffee Robusta Standing Pounch 80 gram, harga Rp 8.000;
  4. Murni Baru Coffee Robusta Premium Standing Pounch 150 gram, harga Rp 18.000;
  5. Murni Baru Coffee Robusta Standing Pounch isi 7 Drip bag, harga Rp 23.000;
  6. Murni Baru Coffee Robusta Toples Plastik 500 gram, harga Rp 38.000;
  7. Biji Matang Murni Baru Coffee Robusta Standing Pounch Plastik 350 gram, harga Rp 45.000;

Jangkauan Pemasaran Tahun 2026

Murni Baru Coffee semkain hari dapat menambah jaringan pasar baru dan terus berekspansi ke luar wilayah Yogyakarta khususnya Magelang. Pada saat ini permintaan untuk kopi bubuk kemasan kertas untuk racikan kopi joss sebanyak 800-1000 bungkus per minggu.

Legalisasi Produksi

Untuk lebih memberikan kepercayaan kepada konsumen, semua jenis produknya sudah memiliki sertifikat halal dan PIRT.

Harapan ke Depan

Dengan melihat potensi pasar yang prospektif Murni Baru Coffee ke depan berusaha untuk berekspansi jika ada dukungan modal untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan untuk membuka lapangan pekerjaan lebih banyak kepada masyarakat sekitar.

Demikian sedikit ulasan tentang pengrajin Murni Baru Coffee, semoga bermanfaat.

Terima Kasih.

Wassalam.

 

Artikel Terkait

← Kembali ke Berita