Sebuah usaha produksi kopi bubuk oleh Bapak Suhardi (60 tahun) yang mulai berkembang berkat pengalaman bertahun-tahun bekerja di sebuah produsen kopi bubuk di Yogyakarta 30 (tiga puluh) tahun yang lalu dan telah menembus pasar Yogyakarta dan Magelang.
Manfaat Kopi (Genus Coffea)
Ada 2 (dua) pemanfaatan kopi yang utama bagi kehidupan manusia, antara lain:
1. Manfaat Bagi Kesehatan
Sudah sejak lama diakui oleh masyarakat dunia bahwa kopi kaya akan kafein dan antioksidan yang efektif meningkatkan energi dan stamina, mempertajam fokus, serta memperbaiki suasana hati. Secara rutin mengkonsumsi kopi murni (tanpa tambahan gula atau krimer) juga dapat mempercepat metabolisme, melindungi fungsi hati, menjaga kesehatan otak (membantu mepertajam memori dan menurunkan resiko penyakit neurodegeneratif seperti demensia) serta menurunkan resiko penyakit serius seperti diabetes type 2 dan Alzheimer). Untuk mendapatkan manfaat optimal untuk kesehatan, konsumsi kopi disarankan tidak berlebihan--sekitar 2 hingga 4 cangkir per hari.
2. Manfaat Dalam Dunia Kecantikan
Manfaat lain yang tidak menakjubkan adalah untuk kesehatan dan kecantikan kulit, kandungan antioksidan dan kafein efektif untuk mencerahkan kulit, mengangkat sel kulit mati, menyamarkan mata panda, serta mencegah penuaan dini. Bahan alami ini dapat dimanfaatkan secara optimal melalui scrub atau masker.
Legenda Penemuan Kopi dan Sejarahnya Masuk Indonesia
1. Legenda penemuan biji kopi di Ethiopia pada abad ke-9
Sejarah menyatakan bahwa kopi pertama kali ditemukan tanpa sengaja di wilayah Ethiopia, Afrika. Konon cerita, pada suatu ketika seorang penggembala kambing bernama Kaldi menemukan biji kopi setelah melihat kambingnya yang bermain di semak-semak kopi, dan efeknya kambingnya menjadi sangat enerjik. Kaldi kemudian mengambil biji kopi itu dan membawanya pulang ke rumah di desanya. Penduduk desa kemudian ikut mencoba mengkonsumsi biji kopi dan merasakan efek yang sama seperti yang terjadi pada kambing. Sejak saat itu, kopi mulai diproduksi dan dikonsumsi di wilayah Ethiopia.
2. Penyebaran kopi di dunia Arab pada abad ke-15
Mulai abad ini kopi mulai dikonsumsi dengan cara diseduh dan diperdagangkan secara luas di kota Mocha, Yaman. Kedai kopi pertama kali dibuka di dunia dengan nama Kiva Han di Konstantinopel (Istanbul Turki) pada tahun 1475.
3. Kopi mulai masuk Eropa pada abad ke-17
Pada saat para pedagang Venezia mulai memperkenalkan kopi ke wilayah Eropa menjadikan minuman kopi ini sangat populer di kalangan intelektual dan bangsawan, sehingga memicu menjamurnya coffe house di London dan Paris.
4. Awal mula kopi masuk ke Indonesia pada tahun 1696
Pada mulanya pemerintah kolonial Belanda membawa bibit kopi dari Malabar, India, dan mulai ditanam di Pulau Jawa namun gagal karena bencana banjir. Penanaman kedua dilakukan di daerah Kedawung dan bantaran sungai Ciliwung dan berhasil panen. Kopi dari Jawa ini mulai menjadi sangat populer dan diminati di Eropa, sehingga kopi Jawa terkenal dengan nama "cup of java".
5. Di Era Modern
Bermula dari sekadar sajian minuman tradisional dan kopi tubruk di semua kalangan, kopi akhirnya berevolusi berkembang pesat di masa kini. Budaya minum kopi telah menjadi gaya hidup seiring dengan menjamurnya kedai kopi kelas modern, latte art (seni menghias atau melukis di atas permukaan kopi), serta mendapat apresiasi yang tinggi terhadap kopi single origin Nusantara (seperti Kopi Gayo dan Toraja) yang diakui dunia.
Varietas dan Cita Rasa Otentik Biji Kopi Indonesia
Didukung oleh berbagai ragam letak geografis dan cuaca, Indonesia menghasilkan berbagai varietas "biji kopi Indonesia" dengan profil rasa yang sangat unik dan kaya yang menjadi simpanan harta karun di masa mendatang. Dalam sejarah tanaman kopi Indonesia pernah mengalami kegagalan karena serangan penyakit karat daun pada abad ke-19 terutama perkebunan kopi Arabika, sehingga Belanda memperkenalkan kopi Robusta yang jauh lebih tahan penyakit. Pada saat ini, Indonesia sangat terkenal sebagai produsen kopi Arabika dan Robusta berkualitas tinggi, serta varietas Liberika yang eksotis. Uniknya setiap daerah di Indonesia menawarkan karakteristik kopi yang bervariasi yang semakin menarik, mencerminkan terroir dan metode pengolahan lokal:
Keragaman yang sangat luar biasa ini menjadikan "kopi Indonesia" hadir sebagai komoditas ekspor yang sangat diminati dunia, diakui akan kualitas tinggi dan cita rasa unik yang tiada tandingannya di dunia.
Kopi Indonesia di Tingkat Global
Indonesia telah menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia yang menempati peringkat keempat dunia dan bersaing dengan negara-negara lain seperti Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Namun Indonesia tetap memiliki keunggulan kompetitif dalam keragaman varietas dan profil rasa yang unik, dan menjadi daya tarik tersendiri di pasar kopi spesialt.
Varian Racikan Minuman Kopi
Pada umumnya minuman kopi diklasifikasikan berdasarkan racikan dasarnya. Secara garis besar, terdapat dua varian utama: kopi hitam murni (seperti espresso dan americano) dan kopi susu (seperti latte, cappuccino, dan mocha) yang digemari di berbagai cafe. Berikut adalah daftar varian minuman kopi populer:
1. Varian Kopi Hitam dan Espresso Base
2. Varian Kopi Susu (Milk-Based)
3. Varian Kopi Manis dan Varian Rasa
4. Varian Es dan Manual Brew
5. Varian Kopi Jos
Racikan minuman kopi semakin berkembang sesuai trend daerah masing-masing sesuai dengan selera masyarakat dan kemampuan inovasi pedagang untuk menarik customer. Sebagai contohnya adalah Kopi Joss, yaitu racikan minuman kopi khas Yogyakarta yang disajikan dengan cara unik, yaitu dengan memasukkan secungkil arang kayu yang membara (suhu sekitar 700 derajat celcius) langsung ke dalam seduhan kopi. Ketika arang dicelupkan, akan muncul suara mendesis "joss" dan aroma karamel yang khas.
Asal Muasal dan Cita Rasa Kopi Joss
Cara Pembuatan Kopi Joss
Pengrajin "Murni Baru Coffee"
Usaha produksi bubuk kopi ini dirintis oleh Bapak Suhardi sejak tahun 2006 yang pada waktu itu masih berusia 30 tahun. Berbekal dari pengalaman dan keahliannya yang diperoleh ketika bekerja di sebuah perusahaan bubuk kopi dan percetakan di Yogyakarta selama 3 tahun di bidang produksi kopi dan 10 tahun bekerja di bidang percetakan. Namun akhirnya setelah mempunyai modal cukup dan atas bantuan korban gempa Bapak Suhardi bertekat memulai usaha di rumahnya di Pedukuhan Dingkikan, Kalurahan Argodadi seorang diri dikarenakan pengusaha tempat dia bekerja mengalami kebangkrutan. Sebagai seorang single fighter, melakukan kegiatannya sendiri mulai dari belanja bahan baku, menyiapkan, memproses, mengemas dan memasarkan produknya. Alat utama pada waktu itu yang digunakan adalah mesin gilingan dan sangrai secara manual, namun pada tahun 2015 telah digunakan mesin sangrai dengan tenaga diesel mesin diesel. Pada waktu itu bahan dasar utamanya adalah kopi Robusta yang dibeli dari daerah Suroloyo hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2026, dalam melaksanakan usahanya Bapak Suhardi dibantu oleh seorang pemuda, anak lelakinya yang bernama Imam Abdulrozaq yang bertugas khusus bidang pemasaran dan delivery. Untuk pekerjaan membuat packing kemasan kertas, pengrajin ini memperdayakan tetangga sekitar sebagai tenaga kerja freelance dengan upah secara borongan.
Awal Produksi
Produk pertama Murni Baru Coffee adalah kopi bubuk dengan kemasan kertas pada tahun 2006 dengan harga Rp 3.000; , sedangkan harga sekarang (tahun 2026) menjadi Rp 5.000; karena kenaikkan harga bahan baku. Jangkauan pasar pada awal sekitar 10 swalayan dan 2 distributor angkringan kopi joss, ukuran kemasan berdasarkan takaran bukan timbangan.
Tahap Inovasi Tahun 2026
Untuk lebih memenuhi permintaan konsumen, Murni Baru Coffee berinovasi dengan memproduksi berbagai varian produk, sebagai berikut:
Jangkauan Pemasaran Tahun 2026
Murni Baru Coffee semkain hari dapat menambah jaringan pasar baru dan terus berekspansi ke luar wilayah Yogyakarta khususnya Magelang. Pada saat ini permintaan untuk kopi bubuk kemasan kertas untuk racikan kopi joss sebanyak 800-1000 bungkus per minggu.
Legalisasi Produksi
Untuk lebih memberikan kepercayaan kepada konsumen, semua jenis produknya sudah memiliki sertifikat halal dan PIRT.
Harapan ke Depan
Dengan melihat potensi pasar yang prospektif Murni Baru Coffee ke depan berusaha untuk berekspansi jika ada dukungan modal untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan untuk membuka lapangan pekerjaan lebih banyak kepada masyarakat sekitar.
Demikian sedikit ulasan tentang pengrajin Murni Baru Coffee, semoga bermanfaat.
Terima Kasih.
Wassalam.