Waroeng Deso Omah Jowo (WDOJ)

🗓 01 July 2026 ✍ Kojrat Wiyana 👁 92x dibaca
Waroeng Deso Omah Jowo (WDOJ)

Bertekat menyediakan berbagai menu masakan, ada bakmi, ayam, bebek, ingkung dan "gudeg manggar" sebagai menu khas Bantul yang iconic dan legendaris, konon cerita diracik oleh Putri Sekar Pembayun (putri Sultan Agung Mataram) sebagai istri Ki Ageng Mangir.

Berdiri tahun 2022, oleh Bapak Listiya Purwa Kaliyanta, yang beralamat di Sungapan, RT 81, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, dengan berbagai menu sajian mulai dari bakmi hingga ingkung. Lokasi warung sangat strategis karena terletak di pinggir jalan provinsi, Jl. Sedayu-Gesikan km 5, jalur akses ke wisata Candi Borobudur-Parangtritis. Pada awalnya warung makan didirikan dengan dukungan 4 orang karyawan yang setiap saat melayani pengunjung.

Latar Belakang Pendirian

Semakin berkembangnya kawasan perkantoran baik swasta maupun negeri seperti sekolah dasar, SMP hingga SMK di wilayah Argodadi dan sekitarnya, dan seiring dengan dinamika masyarakat, kebutuhan akan warung makan yang dilengkapi dengan fasilitas rapat, pertemuan, perayaan dan sebagainya juga semakin berkembang. WDOJ hadir sebagai solusi dengan berbagai fasilitasnya.

Berangkat dari Filosofi yang Mendalam

Pemberian nama warung oleh Bapak Listiya, berangkat dari falsafah kembali ing Jati diri (mulih ing Mulyo) yang menggambarkan kesederhanaan, keharmonisan hidup dengan alam serta menghormati dan menghargai leluhur.

  • Waroeng adalah sebagai simbol rezeki yang mengalir dan tempat untuk berbagi.
  • nDeso adalah simbol kesederhanaan, kerendahan hati, ketenangan dan ketentraman.
  • Omah Jowo, omah adalah tempat untuk berlindung secara fisik/lahir dan batin/spiritual. Omah Jowo melambangkan hubungan dan selalu ingat kepada Sang Pencipta. Desain bangunan yang terbuka melambangkan sikap batin yang ramah dan santun.
  • URIP IKI URUP adalah sebuah filosofi Jawa yang dikenal sebagai ajaran Sunan Kalijaga, yang selaras dengan sabda Nabi Muhammad SAW dan Al Quran Surat Al Isra ayat 7, bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Menu Makanan

WDOJ ini menyediakan 2 macam menu utama untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beraneka ragam.

  1. Menu Utama (jam pelayanan: 09.00-17.00) : gudeg manggar/nangka, ayam, bebek. Gudeg Manggar (bunga kelapa muda) menjadi menu unggulan yang langka dan legendaris. Gudeg Manggar menjadi warisan budaya tak benda Indonesia (WBTB) tahun 2021. Konon gudeg manggar adalah menu racikan Putri Pembayun (atau Roro Sekar Pembayun) adalah putri dari Danang Sutawijaya (dikenal juga dengan gelar Panembahan Senopati), raja pertama Kasultanan Mataram yang menjadi istri Ki Ageng Mangir pada abad ke-16. Gudeg Manggar ini berbeda dengan gudeg pada umumnya yang berbahan baku nangka, gudeg manggar adalah gudeg yang berbahan baku bunga kelapa yang masih muda. Gudeg Manggar memiliki rasa khas, lebih gurih dan padat. Gudeg Manggar menjadi kuliner langka karena bahan bakunya tidak mudah untuk didapatkan. Menjadi makanan khas dari Bantul.
  2. Menu Bakmi (jam pelayanan : pukul 16.00-24.00): tersedia bakmi Jawa dan bakmi lethek. Bakmi Jawa adalah simbol akulturasi yang lahir dari perpaduan budaya kuliner Tionghoa dan rempah tradisional Nusantara. Sedangkan bakmi lethek (atau mi lethek) adalah kuliner legendaris asal Srandakan, Bantul, Yogyakarta, yang mulai diproduksi sekitar tahun 1940-an. Menu bakmi adalah menu unggulan khas Bantul sebagai makanan tambahan yang sering dicari masyarakat pada sore/malam hari yang dinikmati sambil bersantai atau sebagai hidangan pada acara rapat dll.

Fasilitas yang Ditawarkan

Untuk menambah kenyamanan bagi pengunjung WDOJ dilengkapi dengan berbagai fasilitas sebagai berikut:

  • Bangunan/Ruang Pertemuan yang Memadai

      - 1 rumah joglo kuno yang disebut Dalem Sutarden (warisan Bapak Sutardi) berukuran 8 x 9 meter        dengan kapasitas 60 hingga 70 orang.

      - 1 rumah limasan 6 x 8 meter dengan kapasitas hingga 40 orang.

      - 1 rumah limasan 6 x 9 meter (Dalem Jayawiyanan) sebagai tempat gamelan slendro pelok yang siap ditabuh sewaktu-waktu dan sebagai basecamp karawitan "Sekar Melati Rinonce".

  • Letak yang Strategis dan Nyaman

         WDOJ terletak di pinggir jalan provinsi, Jln. Sedayu-Gesikan km 5, sehingga mudah dijangkau                 oleh pengunjung dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat, dari kota Yogyakarta               dapat ditempuh sekitar 45 menit. Lahan yang masih cukup luas sekitar 800 m2 dengan luas                   depan 12 meter dikelilingi pepohonan yang rindang, dengan view sawah yang eksotik.                             Pengunjung dapat menikmati udara segar sambil menikmati hidangan.

  • Tempar parkir kendaraan (motor dan mobil) yang memadai, aman, nyaman karena tidak terlalu dekat dengan jalan raya.
  • Mushola, berada di kompleks rumah makan.
  • Sound System tersedia setiap saat untuk pertemuan komunitas.

Harapan ke depan WDOJ dapat terus berkembang untuk memberikan kepuasan kepada pengunjung.

Demikian sekilas tentang Waroeng nDeso Omah Jowo (WDOJ) semoga bermanfaat.

Wassalam.

Artikel Terkait

← Kembali ke Berita