Bertekat menyediakan berbagai menu masakan, ada bakmi, ayam, bebek, ingkung dan "gudeg manggar" sebagai menu khas Bantul yang iconic dan legendaris, konon cerita diracik oleh Putri Sekar Pembayun (putri Sultan Agung Mataram) sebagai istri Ki Ageng Mangir.
Berdiri tahun 2022, oleh Bapak Listiya Purwa Kaliyanta, yang beralamat di Sungapan, RT 81, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, dengan berbagai menu sajian mulai dari bakmi hingga ingkung. Lokasi warung sangat strategis karena terletak di pinggir jalan provinsi, Jl. Sedayu-Gesikan km 5, jalur akses ke wisata Candi Borobudur-Parangtritis. Pada awalnya warung makan didirikan dengan dukungan 4 orang karyawan yang setiap saat melayani pengunjung.
Latar Belakang Pendirian
Semakin berkembangnya kawasan perkantoran baik swasta maupun negeri seperti sekolah dasar, SMP hingga SMK di wilayah Argodadi dan sekitarnya, dan seiring dengan dinamika masyarakat, kebutuhan akan warung makan yang dilengkapi dengan fasilitas rapat, pertemuan, perayaan dan sebagainya juga semakin berkembang. WDOJ hadir sebagai solusi dengan berbagai fasilitasnya.
Berangkat dari Filosofi yang Mendalam
Pemberian nama warung oleh Bapak Listiya, berangkat dari falsafah kembali ing Jati diri (mulih ing Mulyo) yang menggambarkan kesederhanaan, keharmonisan hidup dengan alam serta menghormati dan menghargai leluhur.
Menu Makanan
WDOJ ini menyediakan 2 macam menu utama untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beraneka ragam.
Fasilitas yang Ditawarkan
Untuk menambah kenyamanan bagi pengunjung WDOJ dilengkapi dengan berbagai fasilitas sebagai berikut:
- 1 rumah joglo kuno yang disebut Dalem Sutarden (warisan Bapak Sutardi) berukuran 8 x 9 meter dengan kapasitas 60 hingga 70 orang.
- 1 rumah limasan 6 x 8 meter dengan kapasitas hingga 40 orang.
- 1 rumah limasan 6 x 9 meter (Dalem Jayawiyanan) sebagai tempat gamelan slendro pelok yang siap ditabuh sewaktu-waktu dan sebagai basecamp karawitan "Sekar Melati Rinonce".
WDOJ terletak di pinggir jalan provinsi, Jln. Sedayu-Gesikan km 5, sehingga mudah dijangkau oleh pengunjung dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat, dari kota Yogyakarta dapat ditempuh sekitar 45 menit. Lahan yang masih cukup luas sekitar 800 m2 dengan luas depan 12 meter dikelilingi pepohonan yang rindang, dengan view sawah yang eksotik. Pengunjung dapat menikmati udara segar sambil menikmati hidangan.
Harapan ke depan WDOJ dapat terus berkembang untuk memberikan kepuasan kepada pengunjung.
Demikian sekilas tentang Waroeng nDeso Omah Jowo (WDOJ) semoga bermanfaat.
Wassalam.