Budidaya Jangkrik Kusuma, Mas Anton

🗓 14 May 2026 ✍ Kojrat Wiyana 👁 66x dibaca
Budidaya Jangkrik Kusuma, Mas Anton

Berbagai tujuan orang beternak jangkrik, mulai dari sekadar hobi hingga yang berskala besar untuk tujuan bisnis mencari cuan. Jangkrik dipilih sebagai pakan hewan peliharaan seperti burung, ikan, dan reptile karena kandungan proteinnya yang sangat tinggi. Banyak referensi menyebutkan jangkrik merupakan sumber protein hewani tinggi (60-70% berat ringan), asam amino esensial, asam lemak (omega-3 dan omega-6), serta mineral seperti zat besi, kalsium, dan zinc. Selain bergizi, jangkrik juga mengandung serat, vitamin B12 (riboflavin), dan hormon steroid, menjadikannya superfood yang baik untuk kesehatan manusia (energi,otot), maupun pakan berkualitas tinggi untuk hewan peliharaan. Ada banyak spesies jangkrik di dunia ini yang hidup di daerah tropis dan sebagian spesies hidup di Indonesia. Di Indonesia terdapat lebih dari 123 jenis jangkrik, dengan spesies populer seperti Gryllus mitratus (jangkrik cliring/tanah), Gryllus testaceus (cendawang), dan Gryllus bimaculatus (kalung). Jangkrik lokal ini hidup di suhu 20 derajat celcius hingga 32 derajat celcius dan kelembapan 65-80%, banyak dibudidayakan untuk pakan burung/ikan.

Berikut adalah beberapa jangkrik yang umum di Indonesia:

  • Jangkrik Kalung (Gryllus bimaculatus): Ciri khasnya ada bercak kuning/cokelat di pangkal sayap, berukuran cukup besar, sering dibudidayakan.
  • Jangkrik Cliring/Tanah (Gryllus mitratus): Berwarna cokelat, ukuran lebih kecil dari kalung, sangat lincah, dan umum dibudidayakan untuk pakan.
  • Jangkrik Cendawang (Gryllus testaceus): Juga salah satu jenis yang umum dibudidayakan.
  • Gangsir/Gasir (Brachytrupes portentosus): Berukuran besar, sering hidup di lubang tanah, dan memakan tanaman.
  • Jangkrik Jeliteng dan Jerabang: Jenis jangkrik lokal yang juga dapat ditemui di alam.

Habitat dan Pakan:

Jangkrik menyukai tempat lembab dan gelap (padang rumput, semak, lubang tanah). Mereka herbivor/omnivor, memakan daun-daunan seperti sawi hijau, kangkung, bayam, dan daun singkong.

Peluang pasar sebagai pendorong usaha ternak jangkrik

Awalnya mas Anton ini beternak jangkrik hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri kebetulan dia juga sebagai seorang peternak burung murai batu. Seiring perjalanan waktu dan realita di lapangan ternyata permintaan akan jangkrik terutama di wilayah Sedayu masih sangat tinggi, sehingga pada tahun 2017 dia memutuskan untuk mulai beternak jangkrik di tempat tinggalnya di Pedukuhan Bakal Pokok, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu. Jenis jangkrik yang diternak adalah jangkrik lokal siring berwarna hitam dan jangkrik madu warnanya kuning. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Jenis Jangkrik ini memiliki keunggulan yaitu lebih kuat bertahan hidup dalam pengiriman maupun di kios penjualan. Pada mulanya dia mulai menebar telur jangkrik dalam 10 boks saja.

Konstruksi boks penangkaran

Boks penangkaran yang digunakan berukuran 240 cm x 120 cm berbahan kayu dan triplek. Dalam satu boks ditebarkan sekitar 3,3 ons atau 1 kilo untuk 3 boks. Biaya pembuatan untuk satu boks ini sekitar Rp 300.000;. Sedangkan media dalam yang digunakan adalah daun pisang kering atau klaras karena lebih alami dan ketersediaannya yang melimpah di pekarangan sekitar tanpa harus membeli. Sedangkan media yang digunakan oleh perusahaan besar adalah eggstray atau tempat telur yang dapat dibeli di toko.

Perawatan jangkrik

Ternak jangkrik ini dimulai dari pembelian telur jangkrik dan setelah ditebarkan telur akan menetas dalam waktu 3-4 hari, kemudian jangkrik diberi makan voer ayam yang berprotein tinggi biasanya yang berkadar 21%. Jangkrik kemudian akan dapat dipanen setelah berusia 28 hari pada musim panas hingga 34 hari pada musim dingin. Namun rata-rata usia panen adalah 30 hari. Disamping pemberian makan, kandang juga disemprot 3 kali sehari dan ditutup dengan jaring untuk menjaga kelembaban. Perlakuan ini akan sangat mempengaruhi hasil panen nantinya. Dari telur jangkrik 1 kg dapat menghasilkan 60 hingga 80 kg. Bermula dari 10 boks kini mas Anton telah memiliki 40 boks dan dibantu oleh 2 assisten dengan tenggang masa tebar telur seminggu sekali sebanyak 3 kg untuk menjaga kontiunitas stok jangkrik yang siap jual.

Gangguan hama yang belum teratasi

Beternak jangkrik yang tampaknya mudah, namun tetap saja ada gangguan hama seperti misalnya semut walaupun dapat diatasi dengan semprotan insektisida. Gangguan lain yang belum teratasi adalah serangan cicak dan tokek. Menurut pengalaman penulis hama ini sebenarnya dapat diatasi dengan lem tikus untuk membasmi cicak dan dengan senapan angin untuk membasmi tokek.

Jaringan Pemasaran

Untuk saat ini mas Anton boleh dikatakan tidak mengalami kesulitan dalam pemasaran. Banyak para pelanggan diantaranya pengepul, peternak burung, pemancing, dan pedagang/pemilik kios. Jangkrik yang didistribusikan biasanya dikemas dengan karung yang diisi 1 kg jangkrik dengan media klaras. 

Fluktuasi harga yang ekstrem

Seperti halnya yang dialami peternak-peternak lain seperti peternak ayam broiler atau kambing, fluktuasi harga kadang sangat mengganggu stabilitas keuangan. Harga jual jangkrik adalah kisaran 40 ribuan rupiah. Namun pada saat tertentu harga jangkrik bisa terjun bebas menjadi 20 ribu bahkan kurang sehingga terasa sangat berat bagi peternak karena di harga itu untungnya adalah Rp 0; bahkan di bawah BEP/rugi tidak bisa menutupi biaya operasional. Hal ini biasanya disebabkan oleh overproduksi dan sangat sulit diprediksi. Namun fluktuasi harga adalah bagian dari suka dukanya seorang pebisnis sehingga usaha ini masih tetap dipertahankan dengan alasan: pertama, untuk mendukung usahanya sebagai peternak burung, kedua, masih terbukanya permintaan pasar, ketiga, tersedianya bahan-bahan yang melimpah sebagai pendukung usaha seperti klaras sehingga dapat menekan biaya pengeluaran, keempat, yang tidak kalah potensial adalah limbah/bekas media jangkrik yang sangat bagus untuk pupuk tanaman. Sehingga dia berharap akan terus berekspansi di masa depan untuk dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Luar biasa, semoga.

Terima Kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

Wassalam

Artikel Terkait

← Kembali ke Berita